sekolah lima hari, perlukah?

Beberapa hari ini banyak pihak menyayangkan kebijakan mendikbud terkait wacana sekolah lima hari. Sekolah lima hari belum tentu efektif dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Bahkan kebijakan ini dinilai memiliki beberapa kekurangan.
Beberapa kekurangan atau suisi negatif dari kebijakan sekolah lima hari diantaranya adalah :
1.Membebani keuangan orang tua siswa
disaat orang tua siswa dibebani dengan berbagai kebutuhan terkait dengan kenaikan harga dan tarif, kebijakan sekolah lima hari juga akan semakin membebani orang tua siswa. Siswa yang biasanya makan siang di rumah tiba-tiba harus makan siang di sekolah, tentu hal ini akan menambah biaya uang saku anak untuk makan siang di sekolah.
2. Membebani Tugas Guru
Guru kelas sudah dibebani berbagai macam laporan dan form pembelajaran, jika ditambah dengan jam belajar pada sekolah lima hari tentu akan semakin berat.
3. Proses Belajar Mengajar Tidak Efektif
Jika jam pelajaran perhari ditambah maka otomatis daya tangkap siswa akan menurun, karena sudah kelelahan dan mengantuk sehingga pelajaran di siang dan sore hari tidak dapat dipahami dengan baik akibatnya prestasi belajar siswa juga akan menurun
Melihat hal diatas maka akan sangat bijaksana apabila pemerintah membatalkan pelaksanaan sekolah lima hari dan diganti dengan kebijakan lain yang lebih efektif , misalnya peningkatan peran kelompok belajar, perpustakaan dan laboratorium keliling, kunjungan guru ke rumah siswa, lomba mata pelajaran online, peningkatan materi belajar berbasis android dan lain sebagainya.

Komentar